tugas handout pkwu
HANDOUT
PKWU
KELAS 12
A.
KERAJINAN
KERAJINAN
FUNGSI HIAS BAHAN LIMBAH
Kerajinan adalah sebutan bagi suatu
benda hasil karya seni manusia. Kata ‘kerajinan’ berasal dari kata ‘rajin’ yang
artinya barang/benda yang dihasilkan oleh keterampilan tangan. Fungsi hias
adalah sebuah pemanfaatan suatu benda yang bertujuan untuk memperindah suatu
ruangan/tempat agar indah dipandang mata. Jadi, pengertian dari Kerajinan
Fungsi Hias dari Bahan Limbah sebagai Hiasan adalah suatu benda hasil karya
seni manusia (kerajinan) yang dibuat dari bahan limbah yang masih dapat
dimanfaatkan dan lebih mengutamakan fungsi hias atau estetika dalam proses
pembuatannya.
ANEKA
PRODUK KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH
Berdasarkan wujudnya – Limbah gas –
Limbah cair – Limbah padat
Berdasarkan sumbernya – Limbah
pertanian – Limbah industri – Limbah pertambangan – Limbah domestik
Berdasarkan senyawanya
–
Limbah organik, merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah
membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon.
– Limbah
anorganik, jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk diuraikan
atau tidak bisa membusuk, limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon.
Kerajinan Limbah Organik Dibagi
Menjadi Dua, Yaitu:
• Limbah
Organik Basah Limbah ini memiliki kandungan air yang cukup tinggi.
Contohnya kulit buah dan sisa sayuran. Limbah organik basah yang dapat
dijadikan karya kerajinan adalah; kulit jagung, kulit bawang, kulit
buah/biji-bijian, jerami dan sebagainya.
• Limbah
Organik Kering Limbah ini memiliki kandungan air yang relatif sedikit.
Contohnya kertas/kardus, kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, kayu, kulit
telur, serbuk gergaji, dan sebagainya. Hampir semua limbah organik kering dapat
diolah kembali sebagai karya kerajinan, karena sifatnya yang kuat dan tahan
lama.
Kerajinan
Limbah Anorganik Limbah anorganik dibagi menjadi dua, yaitu:
• Limbah
Anorganik Lunak
Limbah yang terdiri dari kandungan
bahan yang lentur dan mudah dibentuk atau diolah secara sederhana. Contohnya:
tambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga, botol, plastik, karet
sintetis, kain perca, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-
batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan
lain-lain.
• Limbah
Organik Keras Limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang kuat dan tidak
mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi
tertentu seperti pemanasan, pembakaran dan penghancuran dan sebagainya.
Contohnya: pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, botol kaca, kaleng,
dan sebagainya.
FUNGSI HIAS PRODUK KERAJINAN BAHAN
LIMBAH
Produk kerajinan dari bahan limbah
pada umumnya digunakan sebagai benda hias. Benda hias adalah benda yang
berfungsi sebagai hiasan. Berdasarkan hasil karya kerajinan, benda hias
mempunyai dua tujuan, yaitu:
a. Karya
hiasan yang murni (pure art), yaitu karya benda hias yang dibuat sebagai
dekorasi (hiasan). Contoh: lukisan, patung, relief, dan lain-lain.
b. Karya
hiasan yang dwi fungsi, yaitu karya hiasan yang difungsikan sebagai benda
pakai. Contoh: asbak, vas bunga, kap lampu, tempat koran atau majalah, wadah
tempat, dan lain-lain.
UNSUR ESTETIKA DAN ERGONOMIS PRODUK
KERAJINAN
Pembuatan produk kerajinan
harus memperhatikan unsur estetika dan ergonomis.
1.
Unsur Estetika Unsur estetika sering dikenal dengan
istilah keindahan. Keindahan adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah
karya seni. Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki
prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan (balance), dan
kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia,
agung, ataupun rasa senang.
2.
Unsur Ergonomis Unsur ergonomis karya kerajinan selalu dikaitkan
dengan aspek fungsi atau kegunaan.
Adapun unsur ergonomis karya
kerajinan adalah seperti berikut:
–
Keamanan
(security) yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan
tersebut.
–
Kenyamanan
(comfortable), yaitu kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan.
Barang yang enak digunakan disebut barang terap.
–
Keluwesan(flexibility),
yaitu keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap/pakai, yaitu
produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya.
MOTIF RAGAM HIAS KERAJINAN BAHAN
LIMBAH
Berbagai motif ragam hias yang dapat
digunakan untuk menghias karya kerajinan antara lain seperti berikut:
1.
Motif
Realis Motif realis ialah motif yang dibuat berdasarkan bentuk- bentuk nyata
yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh- tumbuhan, bentuk hewan atau
binatang, bentuk batu-batuan, bentuk awan, matahari, bintang, bentuk
pemandangan alam.
2. Motif
Geometris Motif geometris ialah motif yang mempunyai bentuk teratur dan dapat
diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi empat, segitiga, lingkaran,
kerucut, dan silinder.
3. Motif
Dekoratif Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu
permukaan benda menjadi lebih indah. Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang
perwujudannya tampak rata, kesan ruang jarak jauh dekat atau gelap terang tidak
terlalu ditonjolkan.
4. Motif
Abstrak Motif abstrak merupakan motif yang tidak dikenali kembali objek asal
yang digambarkan atau memang benar- benar abstrak karena tidak menggambarkan
objek-objek yang terdapat di alam maupun objek khayalan.
TEKNIK
PEMBUATAN KERAJINAN BAHAN LIMBAH
1.
Teknik
Membentuk
–
Teknik
Gulung (Pilin) Cara pembentukan dengan tangan langsung. Teknik inidapat
digunakan untuk membuat benda kerajinan yang terbuat dari limbah kertas atau
limbah plastik
–
Teknik
Lebur Teknik ini digunakan apabila sang perajin ingin mendaur ulang kaleng,
kaca, besi, d.l.l. (limbah anorganik) menjadi bentuk yang baru.
–
Teknik
Cetak Cara pembentukan biasanya menggunakan mesin/alat bantu. Biasanya bahan
limbah (anorganik; kaleng, kaca, besi, d.l.l.) dileburkan atau dilelehkan
terlebih dahulu, kemudian dibentuk/dicetak kembali.
2.
Teknik
Menganyam Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan benda kerajinan dari
bahan limbah organik maupun anorganik dengan karakteristik tertentu (lunak,
lentur). Contoh: keranjang, tikar, topi, taplak, tas, hiasan dinding, dan
sebagainya.
3.
Teknik
Sobek Teknik ini dapat digunakan untuk membuat benda kerajinan dari bahan
limbah kertas dan kain perca.
4.
Teknik
Lipat Teknik ini dapat digunakan untuk membuat benda kerajinan dari bahan
limbah kertas. Contoh: origami, anyaman (kertas dilipat-lipat sebelum dianyam),
dan benda kerajinan lainnya.
5.
Teknik
Bubur Teknik ini dapat digunakan untuk membuat benda kerajinan dari bahan
limbah kertas, yaitu limbah kertas yang dibuat menjadi bubur kertas (bahan
dasar kerajinan).
6.
Teknik
Tempel Biasanya digunakan dalam pembuatan benda kerajinan berbahan limbah
organik maupun anorganik yang direkatkan menggunakan lem/bahan perekat.
– Teknik
Tumpuk; Teknik ini menggunakan cara menumpuk atau menyusun.
–
Teknik Sambung; Teknik sambung adalah teknik cara menempel dengan menyambungkan
bagian satu suatu bahan kerajinan dengan ujung lainnya.
– Teknik
Press/Tekan; Teknik press adalah teknik menempel dengan menekankan kedua bagian
bahan kerajinan untuk disatukan. Prakarya
7. Teknik
Menjahit Teknik ini merupakan proses dalam menyatukan bagian- bagian kain/bahan
lain yang telah digunting berdasarkan pola.
8.
Teknik Memotong Teknik ini bisa digunakan untuk membuat benda kerajinan dari
bahan limbah organik maupun anorganik.
9.
Teknik Menggergaji Teknik ini bisa digunakan untuk membuat benda kerajinan yang
biasanya terbuat dari bahan limbah kayu atau besi.
DESAIN
PRODUK ANEKA PRODUK KERAJINAN BAHAN LIMBAH
Desain produk kerajinan merupakan
salah satu lingkup desain produk yang mengkhususkan diri dalam pembuatan desain
produk kerajinan. Benda/produk hasil desain produk kerajinan umumnya lebih
menitikberatkan pada nilai-nilai keunikan (uniqueness), estetika (keindahan),
seni (art), adiluhung, berharkat tinggi, khusus, khas, dan kehalusan rasa
sebagai unsur dasar. Sementara dalam pemenuhan fungsinya lebuh menekankan pada
pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis).
Karena didasari oleh
keterampilan dan kehalusan rasa, maka benda-benda hasil produk kerajinan
umumnya sangat mengeksploitasi dan menonjolkan aspek rupa dan keindahan
(estetika). Dalam sejumlah kasus, ada kecenderungan menggunakan pola (pattern)
atau bentuk (form, shape) yang rumit (complicated), serta mungkin juga
mengeksploitasi dan menerapkan ragam hias (ornamen).
UNSUR
ESTETIKA, ERGONOMIS, PRAKTIS DAN MARKETABLE PRODUK KERAJINAN BAHAN LIMBAH
Unsur Estetika adalah unsur
keindahan bentuk, selalu bergantung pada sentuhan keindahan.
Unsur ergonomis adalah dalam teori
desain dikenal prinsip form follow function, yaitu bentuk desain mengikuti
fungsi. Jadi Unsur ergonomis adalah unsur benda kerajinan yang mengutamakan
kenyamanan dalam penggunaannya. Adapun unsur ergonomis karya kerajinan yang
harus dimiliki, yaitu Keamanan (security), Kenyamanan (comfortable), Keluwesan
(flexibility). Unsur Praktis merupakan bagian dari Unsur
Ergonomis (kenyamanan dan keluwesan). Unsur praktis dalam desain produk
kerajinan menitikberatkan terhadap fungsi kegunaannya. Misal, apakah produk
kerajinan produk tersebut mudah dipakai/digunakan dan membuat konsumen nyaman
atau tidak. Marketable memiliki arti suatu barang yang cocok dijual di pasaran.
Salah satu barang yang dapat bersifat Marketable adalah produk kerajinan
berbahan dasar limbah organik maupun anorganik. Selain bahan dasar limbah yang
digunakan cukup murah dan mudah ditemukan, bentuk jadi desain produknya pun
(yang unik dan bernilai estetik) akan menjadikan produk kerajinan tersebut
bernilai jual tinggi. Prakarya
Marketable atau tidaknya sebuah
produk tergantung pada 2 elemen dasar yang diwakilkan dalam 2 kata yaitu “WHO
(SIAPA)” and “HOW (BAGAIMANA)”.
• WHO, secara sederhananya siapa
yang akan menjadi target market dari produk kerajinan yang akan perajin jual.
Dengan memahami kebutuhan dari konsumen maka perajin akan tahu sasaran dari
pengguna produknya, dan itu berarti produk tersebut berpotensi marketable.
• HOW, Terkait dengan cara
bagaimana perajin mengirim produk kerajinannya hingga sampai ke tangan
konsumen, dan konsumen bisa merasakan manfaat dari produk kerajinan tersebut.
Ini berarti adalah bagaimana perajin mampu menciptakan permintaan atas produk
kerajinan pada target.
PELUANG
USAHA, PENGEMBANGAN IDE, DAN RISIKO USAHA PRODUK KERAJINAN
Ada banyak cara bagi wirausaha
kerajinan untuk mengembangkan ide peluang usahanya, di antaranya adalah
memberikan kebebasan dan dorongan kreativitas kepada para perajin atau
karyawannya. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus-menerus agar
wirausahawan dapat memenangkan persaingan.
Beberapa macam ide yang perlu
dikembangkan, antara lain sebagai berikut:
– Ide dalam pembuatan produk
kerajinan yang diminati konsumen.
– Ide dalam pembuatan produk
kerajinan yang dapat memenangkan persaingan.
– Ide dalam pembuatan dan
pendayagunaan sumber-sumber produk kerajinan.
– Ide yang dapat mencegah
kebosanan konsumen di dalam penggunaan produk kerajinan.
Jika wirausaha sudah
menetapkan jenis usaha kerajinan sesuai dengan yang diinginkan, tugas yang
perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut.
– Jenis
usaha kerajinan yang sesuai dengan hasrat dan minat.
– Jenis
usaha kerajinan yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
– Jenis
usaha kerajinan yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
– Jenis
usaha kerajinan yang mudah memeliharanya.
–
Jenis
usaha kerajinan yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
–
Jenis
usaha kerajinan yang bahan bakunya mudah didapat.
– Jenis
usaha kerajinan yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah. Prakarya
Ide Usaha Faktor-faktor yang dapat
memunculkan ide usaha produk kerajinan adalah sebagai berikut:
1. Faktor Internal Faktor internal
ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek/pengusaha,
antara lain:
–
pengetahuan
yang dimiliki,
–
pengalaman
dari individu itu sendiri,
–
pengalaman
saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah, –intuisi yang
merupakan pemikiran
yang muncul dari individu itu sendiri. Prakarya
2. Faktor Eksternal Faktor eksternal
ialah hal-hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan
sebuah inspirasi usaha, antara lain:
–
masalah
yang dihadapi dan belum terpecahkan,
–
kesulitan
yang dihadapi sehari–hari,
–
kebutuhan
yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain,
–
pemikiran
besar untuk menciptakan sesuatu yang baru. Untuk merintis suatu usaha produk
kerajinan dengan baik, wirausahawan tentunya harus melihat prospek usaha jangka
pendek, menengah, dan panjang. Selanjutnya, untuk memulai usaha produk
kerajinan, wirausahawan harus mengetahui bagaimana prospek usaha ini. Setelah
mengetahui prospek usaha, barulah dia membuat rencana usaha, mempersiapkan
sarana dan prasarana, serta modal usaha.
ANALISIS PEMETAAN PELUANG
USAHA, KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA PRODUK KERAJINAN
Menganalisis peluang usaha pada
produk kerajinan dimaksudkan untuk menemukan peluang dan potensi usaha produk
kerajinan yang dapat dimanfaatkan. Ancaman dan peluang selalu menyertai suatu
usaha sehingga penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan dan
kemampuan adaptasi dari suatu usaha. Pemetaan potensi usaha produk kerajinan
dapat didasarkan pada ciri khas kerajinan dari setiap daerah.
Analisis SWOT pada usaha produk
kerajinan didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan
memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), serta meminimalkan
kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisis ini didahului oleh
proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Untuk menentukan strategi
yang terbaik, dilakukan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat
kepentingan. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui langkah-langkah yang
perlu dilakukan dalam pengembangan usaha produk kerajinan sebagai alat penyusun
strategi. Prakarya
Secara rinci ada beberapa langkah
yang perlu diperhatikan dalam menganalisis peluang usaha produk kerajinan, yaitu sebagai berikut:
1. Penetapan Kelayakan Usaha Produk
Kerajinan Menemukan jawaban tentang apakah peluang usaha produk kerajinan dapat
dijual, berapa biaya yang dikeluarkan serta mampukah produk kerajinan tersebut
menghasilkan laba.
•
Analisis
Kelayakan Teknis Sebelum peluang usaha baru diimplementasikan, dilihat dari
aspek teknis perlu dilakukan analisis. Dalam melaksanakan analisis kelayakan
teknis, perlu diperhatikan berbagai macam teknis pembuatan karya kerajinan.
Prakarya
• Analisis Peluang Pasar Tujuan
riset pasar adalah mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan tentang
usaha kerajinan yang akan dibuka (menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk
kerajinan yang dapat dijual, menerapkan teknik pemasaran yang baik dan merencanakan
sasaran pelanggan).
• Menentukan Jumlah Pembelian
Potensial dalam Tiap-Tiap Segmen Pasar Langkah ketiga ini terkait dengan
perkiraan konsumen potensial dari produk kerajinan baru oleh tiap-tiap segmen
pasar pada periode sekarang dan yang akan datang. Salah satu cara untuk
mendapatkan informasi ini adalah dengan memilih agen untuk menguji pasar.
Prakarya
• Sumber Informasi Pasar Adalah
informasi untuk mengevaluasi peluang pasar masa sekarang dan yang akan datang
dari usaha produk kerajinan. • Uji Coba Pasar Uji coba pasar memberikan
kemungkinan paluang dalam pemasaran, distribusi, dan pelayanan. • Studi
Kelayakan Pasar Studi kelayakan pasar akan dapat mengurangi risiko kerugian dan
kegagalan usaha produk kerajinan. Prakarya
2. Analisis Kelayakan Finansial
Analisis kelayakan finansial adalah landasan untuk menentukan sumber daya
finansial yang diperlukan untuk tingkat kegiatan tertentu dan laba yang bisa
diharapkan. Ada dua langkah dasar untuk pemilihan alternatif dalam analisis
kelayakan finansial, yaitu sebagai berikut.
•
Penentuan
kebutuhan finansial total dengan dana yang diperlukan untuk operasional.
•
Penentuan
sumber daya finansial yang tersedia.
3. Analisis Persaingan Analisis
persaingan ini sangat penting untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha produk
kerajinan.
Analisis Kemungkinan
Keberhasilan dan Kegagalan Usaha Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha
adalah sebagai berikut:
1.
Faktor
Manusia Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian
keberhasilan usaha. Di sini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi,
rajin, optimis, dan pantang menyerah.
2.
Faktor
Keuangan Faktor keuangan merupakan faktor penunjang keberhasilan usaha. Faktor
tersebut digunakan untuk modal usaha serta pemenuhan segala pengeluaran untuk
kepentingan operasi produksi seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu, gaji
pegawai, promosi, dan biaya distribusi.
3.
Faktor
Organisasi Dengan adanya faktor organisasi, sumber daya akan masuk pada suatu
pola sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai
dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi.
4.
Faktor
Perencanaan Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan
pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaan harus dibuat oleh wirausaha
sejak usahanya didirikan.
5.
Faktor
Mengatur Usaha Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu
dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut :
•
menyusun
uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya,
•
menyusun
struktur organisasi usaha,
•
memperkirakan
tenaga kerja yang dibutuhkan,
•
menetapkan
balas jasa dan insentif,
•
membuat
jadwal usaha,
•
mengatur
mesin-mesin produksi,
•
mengatur
tata laksana usaha,
•
menata
barang-barang,
•
menata
administrasi usaha,
•
mengawasi
usaha dan pengendaliannya.
6.
Faktor
Pemasaran Faktor pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau berikut ini:
•
daya
serap pasar dan prospeknya,
•
kondisi
pemasaran dan prospeknya,
•
program
pemasarannya.
7. Faktor Administrasi Seorang
wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang
terjadi setiap harinya.
PEMANFAATAN PELUANG SECARA KREATIF
DAN INOVATIF MERANCANG KELAYAKAN DESAIN PRODUK KERAJINAN
Wirausaha kreatif akan
memanfaatkan segala peluang yang ada di lingkungannya dan menciptakan lapangan
kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain, misalnya: memanfaatkan
barang bekas. Inovatif adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya
gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Prakarya
Adapun tujuan mengadakan inovasi
dalam usaha adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
2.
Untuk
menyesuaikan selera masyarakat.
3.
Untuk
menyesuaikan perkembangan teknologi.
4.
Untuk
memuaskan konsumen.
5. Untuk menarik konsumen. Inovasi
produk atau jasa yang dilaksanakan seorang wirausaha atau terarah secara
spesifik, jelas, dan memiliki desain yang dapat diterapkan serta diminati
konsumen.
B. BUDIDAYA
UNGGAS PETELUR
Apa itu “budidaya unggas petelur”
Budidaya unggas petelur merupakan usaha
pengelolaan sumber daya hayati berupa unggas dengan tujuan untuk dipanen
hasilnya. Dalam budidaya uggas petelur dibutuhkan sarana dan peralatan.
Selanjutnya kamu akan mempelajari sarana dan peralatan yang di butuhkan dalam
budidaya unggas petelur. Dalam budidaya unggas petelur pemilihan lokasi harus
dilakukan sebaik mungkin. Lokasi yang sesuai untuk budidaya ayampetelur adalah
jauh dari keramaian, mudah dijangkau untuk pemasaran, dan bersifat menetap.
1. Sarana dan Peralatan Budidaya
Unggas Petelur
Sarana dan peralatan yang dibutuhkan dalam
budidaya ayam petelur terdiri dari kandang dan perlengkapan kandang, bibit,
pakan, vitamin dan obat-obatan.
A. Kandang
Kandang adalah kebutuhan utama dalam usaha
budidaya ternak unggas. Kandang berguna untuk menjaga agar unggas peliharaan
tidak berkeliaran, memudahkan pemeliharaan, seperti pemberian pakan dan
obat-obatan, serta memudahkan pemanenan atau pengumpulan hasil peternakan.
Selain itu kandang juga berfungsi untuk memperoleh hasil panen yang
berkualitas.
Kandang yang umum digunakan pada budidaya
unggas petelur adalah kandang sangkar yang dimodifikasi menjadi kandang
battery. Unggas petelur biasanya dipelihara terlebih dahulu dalam kandang
postal, selanjutnya dipindahkan ke kandang battery jika sudah dewasa. Biasanya
kandang battery diletakkan dalam bangunan kandang, jika seolah-olah ada kandang
dalam kandang. Kandang battery dapat dibuat dari kawat, kayu atau bambu yang
didesain sedemikian rupa sehingga telur dapat mengelinding keluar dari kandang
battery. Biaya pembuatan kandang battery cukup besar,
sedangkan keuntungan kandang battery adalah:
·
Memudahkan mengambil dan mengumpulkan telur
·
Menghindari kerusakan telur dari unggas
·
Memperoleh telur yang bersih dari kotoran
unggas
·
Menghindari kanibalisme antarunggas
B. Peralatan kandang
Selain kandang dibutuhkan juga peralata
seperti di bawah tempat makan, minum, dan grit. Kandang postal harus dilengkapi
dengan tempat makan dan minum sehinnga harus tersedia dalam jumlah yang cukup.
Tempat makan dan minum pada kandang battery sudah cukup menyatu dengan kandang
yang dapat terbuat dari bambu, aluminium atau bahan lainnya yang kuat, tidak
bocor, dan tidak berkarat.
C. Bibit ayam
Bibit ayam petelur dapat diperoleh pada
penyedia bibit. Bibit ayam yang digunakan disebut DOC/ ayam umur sehari.
Persyaratan bibit DOC adalah:
1. Anak ayam berasal dari induk yang sehat
2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik
pertumbuhannya
3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
4. Anak ayam mempunyai nafsu makan yang baik
5. Ukura badan normal, yaitu mempunyai berat
badan antara 35-40 gram
6. Tidak ada letajan tinja diduburnya
D. Pakan
Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku
pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi, yang disusun
secara khusus dan mengandung zat gizi yang mencukupi kebutuhan ternak untuk
dapat dipergunakan sesuai dengan jenis ternaknya. Pakan dapat dibuat dari
bahan-bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, dan hasil industri yang
mengandung zat gizi dan layak dipergunakan sebagai pakan baik yang telah diolah
maupun yang belum diolah.
Pakan unggas terdiri atas campuran bahan makanan
seperti jagung, kedelai, dan bahan lainnya sehingga memiliki komposisi nutrisi
karbohidrat, serat kasar, protein, lemak, kalsium, dan fospor sehingga sesuai
sebagai pakan ayam. Pakan ayam sudah tersedia dalam bentuk siap pakai dibeli di
toko pakan ternak.
E. Obat-obatan, vitamin, dan
Hormon Pertumbuhan
Obat-obatan diberikan kepada unggas jika
diperlukan, yaitu untuk yang sakit. Obat-obatan yang diberikan harus
disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh unggas. Obat juga diberikan
sesuai dosis, julah serta waktu yang tepat.
Vitamin berfungsi untuk membantu pertumbuhan
dan menjaga kesehatan unggas, sedangkan hormon pertubuhan berfungsi untuk
menpercepat pertumbuhan unggas. Secara alami unggas dapat tumbuh sehat jika
mendapatkan pakan dalam jumlah yang cukup.
F. Peralatan panen
Peralatan panen diperlukan untuk mempermudah dan mempercepat
panen. Disamping itu, peralatan panen dapat digunakan untuk mencegah telur yang
dihasilkan tidak pecah dan ruak. Peralatan panen adalah wadah untuk mengumpulkan telur yang
telah dipanen.
2. Teknik Budidaya Unggas Petelur
Kegiatan budidaya unggas petelur meliputi:
a. Penyediaan Kandang
b. Penyediaan
bibit
c. Pemeliharaan
d. Panen
e. Pasca panen
3. Seputar Mengenai Perencanaan
Wirausaha di Bidang Budidaya Unggas Petelur
Langkah awal yang harus dilakukan sebelum kita
melakukan suatu kegiatan wirusaha adalah melakukan perencanaan usaha.
Perencanaan wirausaha merupakan titik tolak dari pencapaian sebuah tujuan atau
proses kerja fikir dan rasa dalam menentukan bagaimana cara bertindak untuk
mencapai tujuan. Perencanaan usaha ini menyangkut pembuatan keputusan
tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, kapan melakukannya dan
siapa yang akan melakukannya. Keberhasilan dalam suatu usaha sangat ditentukan
oleh faktor perencanaan usaha. Keberhasilan dalam suatu usaha sangat
ditentukan oleh faktor perencanaan usaha. Oleh karena itu, perencanaan usaha
hendaklah dibuat/disusun sebaik mungkin.
Manfaat dari perencanaan wirausaha adalah
sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sebuah rencana
wirausaha akan membantu untuk memilah-milah proses dimaksud menjadi
bagian-bagian kecil yang lebih jelas. Dengan demikian sebuah masalah bisnis
yang besar dapat dilihat sebagai sebuah urutan masalah-masalah kecil. Dan dengan
memecahkan masalah masalah kecil dimaksud, otomatis masalah besar tersebut juga
akan dapat terpecahkan..Berikut ini adalah hal-hal penting harus direncanakan
sebelum memulai wirausaha, yaitu:
1. Menentukan Jenis Ternak
Analisis pasar adalah suatu penganalisasisan
untuk mempelajari berbagai masalah pasar. Analisis pasar dilakukan setelah
produk sudah ditentukan, dan manajemen sudah disiapkan, maka langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengadakan analisa pasar. Maksudnya agar ketika produk
peternakan yang kita usahakan sudah berproduksi dengan baik dan manajemen yang
dilakukan sudah benar maka kita tidak akan bingung mau di kemanakan produk yang
telah kita buat.
Berdasarkan pengalaman survei pasar yang
dilakukan pada pembelajaran sebelumnya, dapat menentukan jenis unggas yang akan
dibudidayakan. Pilih jenis unggas yang produk budidayanya laku dipasaran atau
pilih produk yang kompetitornya lebih sedikit. Salah satu hewan petelur yang
memenuhi kriteria tersebut adalah Puyuh.
Banyak sekali alasan mengapa beternak burung
puyuh semakin digemari di Indonesia. Selain daging dan telurnya yang dapat
dikonsumsi, kotoran burung puyuh bahkan banyak dicari para petani dan peternak
ikan. Kandungan protein serta nitrogen yang tinggi ternyata dapat menyuburkan
tanah dan pakan yang bergizi. Ada beberapa keunggulan wirausaha burung puyuh
yang menguntungkan, di antaranya adalah sebagai berikut.
o
Permintaan telur puyuh yang tinggi serta
harga dipasaran juga menguntungkan peternak puyuh, serta masih terjadi
kekurangan pasokan telur puyuh.
o
Harga telur puyuh cenderung naik dari waktu ke
waktu.
o
Daging puyuh juga mulai dilirik pengusaha
kuliner. Rasanya yang lezat dan bertekstur lembut membuat daging puyuh
digemari. Hal ini sebagai alternatif jika nantinya putuh sudah kurang maksimal
bertelur.
o
Sebagai unggas penghasil telur terbesar kedua
setelah ayam ras petelur, puyuh mulai bertelur saat berumur 45 hari. Masa
produktif puyuh berlangsung sekitar 18 bulan.
o
Untuk memulai beternak puyuh tidak diperlukan
modal besar dan lahan yang luas. Jika beternak ayam membutuhkan luas lahan
sekitar 100 m2 untuk memelihara 1.000 ekor, maka untuk 1.000 ekor puyuh hanya
membutuhkan luas lahan sekitar 12 m2.
o
Dibandingkan dengan unggas lain, puyuh tidak
mengidap terlalu banyak penyakit. Vaksin yang diberikan cukup ND-Lasota dan AI.
2. Menentukan Lokasi Kandang
Kandang merupakan bagian penting dalam usaha
ternak puyuh petelur, kandang digunakan untuk puyuh yang sudah siap untuk
bertelur dan puyuh yang masih perlu untuk dirawat dan dipelihara hingga siap
bertelur. Calon peternak juga perlu untuk memperhatikan tempat yang akan
dijadikan tempat pembuangan kotoran burung puyuh agar tidak menjadi sumber bau
yang kurang menyenangkan bagi lingkungan sekitar.
Kandang yang baik untuk digunakan dalam cara
budidaya burung puyuh haruslah terjaga suhunya yaitu berkisar pada 20°C hingga
25°C dengan kelembapan sekitar 30% hingga 80%. Saluran air dan suplai listrik
juga sangat penting untuk diperhatikan. Kandang burung puyuh membutuhkan
listrik untuk menyalakan lampu dan menjaga suhu kandang. Didalam cara beternak
burung puyuh yang benar, selama musim penghujan dibutuhkan lampu 25 hingga 40
watt di siang hari dan 40 hingga 60 watt di malam hari. Ukuran dan tata letak
untuk kandang juga perlu untuk diperhatikan.
3. Menentukan Skala Usaha
Menentukan skala usaha berarti menentukan
jumlah hewan puyuh yang akan dipelihara agar bisnis bisa berjalan secara
kontinu dan menguntungkan. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam
menjalankan usaha puyuh petelur sebagai berikut.
•
Modal yang tersedia. Jumlah ternak yang akan
dipelihara, tergantung besarnya modal yang dimiliki. Semakin besar modal
(uang), semakin banyak pula ayam yang dapat dipelihara, asalkan faktor-faktor
lain mendukung.
•
Ketersediaan lahan. Jika menghendaki beternak
dengan kandang pribadi, perlu membangun kandang terlebih dahulu.
•
Kapasitas kandang dan perlengkapan. Jika
kandang sudah tersedia, kapasitas kandang dan jumlah perlengkapan menentukan
skala usaha.
•
Efisiensi biaya produksi. Efisiensi produksi
terkait dengan jumlah tenaga kerja dan penggunaan bahan yang lainya.
•
Kebutuhan atau permintaan pasar. Pasar
merupakan faktor penting dalam menentukan skala usaha. Percuma memelihara puyuh
dalam jumlah besar jika tidak bisa memasarkan. Peliharalah puyuh sesuai dengan
permintaan pasar. Suplai yang melebihi permintaan dapat mengakibatkan harga
jatuh.
Selanjutnya lakukanlah analisis biaya yang
diperlukan dalam wirausaha di bidang budidaya ternak unggas petelur. Komponen
biaya produksi dalam usaha ternak unggas sangat ditentukan oleh skala
wirausaha. Semakin besar skala wirausaha, semakin besar pula biaya yang
dibutuhkan.
C. PENGOLAHAN
Pengolahan Dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan
Hewani Menjadi Makanan Khas Daerah
Bahan
pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusiayang penting. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, industry pangan
pun makin meningkat. Tidak heran jika industri pangan, terutama industri
berskala kecil makin bermunculan untuk memenuhi permintaan tersebut. Untuk memenuhi
kebutuhan industri pangan, kita harus mengetahui tentang bahan pangan tersebut.
Umumnya, bahan pangan berasal dari dua sumber, yaitu bahan pangan nabati dan
bahan pangan hewani. Bahan pangan nabati adalah bahan makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan, seperti: sayursayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan serealia.
Bahan pangan hewani adalah bahan makanan yang berasal dari hewan, seperti: telur
,ayam, daging, ikan, dan susu. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan hendaknya
senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak putus-putusnya diberikan kepada
kita. Tuhan telah memberikan karunian-Nya kepada manusia berupa akal pikiran dan
kemampuan berpikir melebihi makhluk ciptaan-Nya yang lain. Dengan akal dan
pikiran, kita dapat memanfaatkan bahan nabati dan hewani
menjadi produk yang beraneka ragam. Salah satunya adalah produk makanan khas daerah.
A.
Makanan Khas Daerah
Indonesia
merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku bangsa dan memiliki
keanekaragaman di berbagai bidang, salah satunya adalah makanan khas daerah.
1.
Pengertian Makanan Khas Daerah
Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa di konsumsi di
suatu daerah.
Karakter masakan di suatu daerah biasanya mencerminkan
karakter masyarakatnya. Daerah pegunungan menghasilkan
masakan dari sayur mayur karena iklim pegunungan yang dingin, umumnya masakannya
serba panas atau pedas.
a.
Masakan dari Jawa Barat
1) Banyak menggunakan sayur-mayur mentah seperti karedok atau
sekadar lalap mentah yang disantap bersama sambal
2) Sedikit pedas dan asam.
3) Dominan masakan yang terbuat dari ikan.
4) Contoh makanan khas dari Jawa Barat ialah pepes ikan dan karedok.
b. Masakan Jawa Tengah
1) Bawang putih sering jadi bumbu dominan.
2) Banyak ditemukan masakan bersantan.
3) Rasa manis lebih disukai daripada rasa lainnya.
4) Contoh makanan khas dari Jawa Tengah ialah gudeg.
c. Masakan Jawa Timur
1) Banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan.
2) Agak pedas.
3) Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, digoreng, dipepes, dan dibakar.
4) Contoh makanan khas dari Jawa Timur ialah rujak cingur
d. Masakan
Sumatra
1) Menggunakan banyak bumbu terutama masakan Sumatra Barat.
2) Masakannya menggunakan banyak cabai hingga rasanya relatif pedas.
3) Daerah Sumatra Selatan sangat suka masakan yang asam rasanya.
4) Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, dibakar, dan digoreng.
5) Waktu memasaknya relatif lama.
6) Masakan dari Sumatra Barat banyak menggunakan santan yang kental.
7) Masakan dari sayur-mayur tidak banyak jumlahnya. Kalaupun ada, jenis sayurnya tidak bervariasi. Sayur yang sering dipakai antara lain daun singkong, kacang panjang, buncis, dan nangka muda.
8) Contoh makanan khas dari Sumatra ialah rendang
2.
Kandungan
dan Manfaat Makanan Khas Daerah
Makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Jumlah komponen-komponen tersebut berbeda-beda pada setiap bahan, bergantung pada susunan, kekerasan, tekstur, citarasa, dan warna.
3. Teknik Pengolahan Makanan Khas
Daerah
Untuk mengolah suatu makanan, diperlukan teknik-teknik tertentu agar dihasilkan suatu produk makanan seperti yang diharapkan yang bercitarasa baik. Adapun teknik-teknik proses pengolahan untuk membuat makanan khas daerah di antaranya :
a. Persiapan Bahan
•
Menimbang
•
Menyiang
•
Mencuci
•
Memotong
•
Mengocok
•
Merendam dalam cairan bumbu
•
Menggiling
•
Memanir
b.
Teknik Memasak dengan Pemanasan Kering
1) Memanggang (baking dan roasting)
Memanaskan dengan udara panas dan kering di sekelilingnya, biasanya di dalam oven.
2) Menggoreng dalam minyak (deep frying)
3) Menggoreng dengan wajan dangkal (shallow frying/pan frying)
4) Memasak dengan sedikit minyak (Saute/ Menumis)
5) Setup (stewing)
Memasak makanan secara perlahan (95–990C) dengan sedikit air dan dihidangkan
dengan air rebusannya.
dengan air rebusannya.
6) Merebus (poaching)
Memasak dalam cairan dengan suhu antara 71-82 0C
7) Mengukus (steaming)
Memasak bahan makanan dengan uap air panas/mendidih.
Penyajian
dan Kemasan Penyajian dan kemasan merupakan tahapan akhir dan memegang peranan penting dalam usaha pengolahan makanan. Makanan dengan penampilan menarik akan menggugah selera karena untuk mengonsumsi, pertama tama harus pandangan mata yang bekerja,
kemudian diikuti untuk indra penciuman untuk aroma, yang tentunya panduan bumbu yang memberi indra rasa bekerja menghasilkan rasa nikmat.Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, anyaman daun pisang, daun kelapa, kelobot jagung, dll.
Wirausaha Produk Makanan Khas Daerah
Peluang
dalam bahasa Inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul
dari sebuah kejadian atau momen. Jadi, peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang.Kegiatan pengolahan produk makanan daerah saat ini merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi
masyarakat, dimana potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas daerah, seperti di Provinsi Banten yang memiliki potensi laut sangat besar. Hasil laut tersebut dimanfaatkan menjadi makanan khas daerah, seperti sate
bandeng sehingga meningkatkan perekonomian daerah tersebut.
Kegiatan
pengolahan produk makanan daerah saat ini
merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, dimana potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas
daerah, seperti di Provinsi Banten yang memiliki potensi laut sangat besar. Hasil laut tersebut dimanfaatkan menjadi makanan khas daerah, seperti sate bandeng sehingga meningkatkan perekonomian daerah tersebut.
Menciptakan
Peluang Usaha Pengolahan Makanan Khas
Daerah
1) Ide Usaha Faktor-faktor
yang dapat memunculkan ide usaha
adalah faktor internal dan faktor eksternal.
a)
Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain : 1) pengetahuan yang dimiliki; 2) pengalaman dari individu itu sendiri; 3) pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah; 4)
intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri. 2) Risiko Usaha Tugas
wirausaha di dalam pengambilan risiko adalah
sebagai berikut.
a.
Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan
waktu sekarang.
b.
Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.
c.
Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi
permintaan konsumen.
d.
Mensubkontrolkan kepada pembuat produk yang
lebih kecil.
e.
Mengumpulkan informasi usaha.
f.
Mengurangi risiko usaha.
3.
Keberhasilan dan Kegagalan dalam Berwirausaha
Pengolahan Makanan Khas Daerah Keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya dapat diidentifikasikan sebagai berikut.
a.
Keyakinan yang kuat dalam berusaha.
b.
Sikap mental yang positif dalam berusaha.
c.
Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar