Postingan

Dua Hari Bersama TKA: Dari Komputer Lemot, Kunci Ketlisut, Misteri Soal No 25 hingga Kunjungan Gus Amak

Gambar
Gus Amak memantau proses ujian TKA di Labkom Putra Berangkat pagi menembus embun, Niatt semangat walau mata masih sayup. Kadang rencana sudah tersusun, Tapi takdir suka kasih kejutan yang hidup. 😄                Pelaksanaan TKA (Tes Kompetensi Akademik) di SMA Bayt tahun ini berlangsung selama dua hari ikut yang gelombang kedua — Rabu dan Kamis, 5–6 November 2025 dan dibagi menjadi 2 sesi dimana di SMA Bayt disediakan 4 ruang labkom 2 di putra 2 di putri. Di mana beberapa sekolah ada yang memulai ujian TKA mulai gelombang pertama yaitu Senin dan Selasa tanggal 3 dan 4 November 2025. Bagi yang belum tahu, TKA ini adalah tes berbasis komputer yang menilai kemampuan akademik peserta, biasanya untuk seleksi kedinasan atau perguruan tinggi.                Nah, di balik lancarnya ujian, ada banyak kisah kecil yang mungkin gak terlihat dari luar — tapi buat kami, tim teknis dan proktor, justru di situlah...

Di Balik Layar Ujian TKA Hari Ini di SMA Bayt Al Hikmah: Persiapan hingga Realitas di Lapangan

Gambar
                      Hari ini akhirnya TKA juga. Tapi jujur, bagian paling heboh itu justru sebelum hari H. Soalnya, saya kebetulan ditugaskan jadi teknisi merangkap proktor bayangan, dimana proktor utamanya u denny dan percaya deh, bagian “merangkap” itu bikin deg-degan 😅. Untungnya kita dibantu ustad raya dan ustad luqy tim IT yayasan... Bener bener ngebantu banget... Tugasnya teknisi TKA bukan cuma nyiapin komputer yang dipakai buat ujian (membantu ngidupin tok sebenere)...heheheehe.. tapi juga sarana dan prasarana seperti camera webcam untuk digunakan buat zoom pusat yang bakal mantau langsung. Setiap ruangan harus punya dua webcam — satu buat pemantauan pusat lewat Zoom, satu lagi buat dipantau internal pake google meet (ini atas permintaan dari u Subkhan selaku kepala sekolah SMA Bayt Al Hikmah). Nah, Bayt sendiri menggunakan punya empat ruang untuk ujian, 2 ruang untuk putra dua ruang untuk putri kalau t...

Kalian Bisa Menang: Perbaiki Mental dan Fundamental

Gambar
          “ L apangan boleh kecil, tekad harus selalu besar.”           Orang sering menilai prestasi olahraga dari fasilitas. Lapangan harus bagus, perlengkapan harus lengkap, waktu latihan harus ideal. Semua itu memang membantu, namun tidak pernah menjadi penentu tunggal. Saya melihat sendiri bagaimana kalian, tim basket SMA Bayt, menunjukkan bahwa cerita tidak selalu berjalan sesuai hitung-hitungan teknis.           Turnamen di SMA 4 kemarin menjadi panggung pembuktian itu. Lawan pertama kita, SMA 1 Purwosari, hadir dengan fasilitas lebih memadai. Lapangan standar, perlengkapan cukup, jadwal latihan teratur. Jika dinilai dari persiapan, mereka seharusnya jauh lebih siap bertanding. Sedangkan kalian berlatih di lapangan paving yang sempit, waktu latihan pun sering terpangkas karena berbagi dengan kegiatan lain, dan jumlah pemain yang tersedia sangat terbatas. Perbandingannya terlihat sangat timpa...

Tanjakan Nggak Ada Habisnya: Purwosari – Puspo – Ngembal

Gambar
            Hari itu saya berangkat gowes dari rumah sekitar jam 05.15 WIB . Udara masih seger banget, suasana masih gelap sedikit, tapi rasanya udah semangat. Di pertigaan Pengkol, udah ada Pak Imam, Mas Aldy, sama Pak Bagus yang nungguin. Jadi nggak pake lama, saya langsung cabut. Setelah gowes hampir 25an km baru sy bisa nyusul rombongan Pak Imam dkk, kalau tidak salah didesa Tebas kesusulnya.           Selama perjalanan d ari Purwosari ke arah Pasrepan jalan masih aman sih. Ada nanjak dikit, elevansi palingan g nyampe 2 tapi nggak terlalu bikin ngos-ngosan. Sampai di Tugu Selamat Datang Puspo , badan juga masih enak, kayuhan stabil, nggak ada drama. Bahkan pas turun setelah itu, rasanya kayak dapet bonus… kecepatan turunan bisa mencapai 40an km bahkan, angin sepoi-sepoi, kaki bisa istirahat sebentar lah.. Enak bgt deh pokoknya.            Nah, bagian serunya justru pas pulangnya. ...

Catatan Gowes: Hampir Tumbang di Dekat Pasar Lawang

Gambar
          Tanggal 13 Juli 2025 saya mencoba menantang diri dengan gowes dari Purwosari – Singosari. Jarak totalnya sekitar 65 km dengan elevasi 762 meter. Sejak berangkat semangat masih tinggi, kayuhan terasa enteng, dan jalanan juga cukup ramah meski sesekali menanjak.           Semua masih baik-baik saja sampai akhirnya rute mulai mengarah balik ke Purwosari. Tepatnya melewati Pasar Lawang, tubuh tiba-tiba mulai terasa aneh. Nafas jadi pendek, tangan gemetar, kepala agak ringan seolah mau pingsan.           Karena kondisi sudah nggak memungkinkan, saya langsung belok ke Indomaret dekat pasar. Duduk sebentar, ambil napas panjang, lalu beli roti sama Pocari Sweat. Begitu minum, rasanya luar biasa segar, seperti langsung mengisi ulang tenaga yang hilang.           Setelah agak tenang, saya lanjut kayuhan pelan-pelan ke Purwosari. Walau sisa perjalanan terasa berat, ada ...

Permainan Tradisional Bendan/Engklek di Kelas 11 Putri SMA Bayt Al Hikmah (Variasi Fisik Sekaligus Melestarikan Budaya)

Gambar
     santri memainkan permainan tradisional           Di era modern, banyak permainan tradisional mulai ditinggalkan. Padahal, permainan tersebut menyimpan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, konsentrasi, maupun nilai budaya. Salah satunya adalah permainan tradisional Bendan, yang beberapa daerah juga mengenalnya sebagai permainan engklek.            Dalam kelas bimbingan fisik putri kelas 11, permainan Bendan atau Engklek ini saya selaku pembina kelas rumpun bimsik memasukkannya sebagai variasi latihan jasmani atau fisik. Selain melatih kebugaran, tidak monoton, permainan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda. Cara Bermain Bendan 1. Peralatan - Kapur untuk menggambar kotak di tanah atau aspal. - Batu/kerikil kecil untuk dilempar ke kotak. 2. Aturan Main - Pemain melempar batu ke kotak sesuai urutan angka. - Pemain kemudian melompat m...

Tes di Kelas Ekonomi yang Bikin Ketagihan: Belajar Lewat Jenga!

Gambar
“Anak-anak, hari ini kita ada tes ya…” Baru saya ngomong begitu aja, satu kelas langsung gaduh. “Lho Pak, kok nggak bilang-bilang?” “Waduh, saya belum belajar nih!” “Pak, serius? Hari ini?” 😅 Reaksi mereka bisa dibilang standar anak sekolah pas dengar kata "tes". Tapi saya tahan dulu senyum sambil bilang, “Tenang, ini tesnya beda. Bukan yang kalian bayangkan.” Begitu saya buka tas dan mengeluarkan satu set balok Jenga, suasana langsung berubah. Mata mereka berbinar. “Eh? Kita main, Pak?” Saya jawab, “Iya, tapi sambil belajar ekonomi. Dan nilainya tetap dihitung!” 😉 📚 Bukan Sekadar Main, Tapi Tes Beneran Jadi, ini bukan Jenga biasa. Ini “Jenga Ekonomi” — permainan yang saya rancang khusus buat menguji pemahaman mereka tentang konsep dasar ekonomi , seperti: Kebutuhan dan keinginan Kelangkaan Pengambilan keputusan Biaya peluang Set Jenga yang saya pakai memang sudah ada nomor pada setiap baloknya (bawaan pabrik). Nah, nomor-nomor itu saya hubungkan de...