Edisi Pertama tahun 2020

Penulis sedang ngobrol dengan beberapa ustadz di SMA Bayt Al Hikmah
Saya memang bukan seorang penulis, tidak pernah jadi penulis, ato mencoba coba jadi penulis apalagi pernah menerbitkan tulisan. Walau dulu pernah jadi pembina OSIM yang termasuk didalamnya ekstra jurnalistik. Yang pertama kali meracuni saya dengan karya tulis ini adalah ustad nawawi ato panggilan akrab beliau pak awie, itu yang menjadi salah satu alasan dulu kenapa bikin blog yang kemudian vakum lama...hehehehhehehe.. nah yang meracuni saya yang kedua adalah Azrul Ananda dan Abahnya Pak Dahlan Iskan.. memang saya tidak kenal mereka namun saya selalu ikuti tulisan mereka sejak masih di koran JP sampai detik ini. Bahkan ketika Mas Azrul memutuskan tidak menulis lagi karena tidak ingin dikenal melalui tulisan alasan beliau waktu itu.
Kenapa kok kemudian saya ikut ikutan mencoba menulis lewat media blog yang barangkali tidak juga dibaca banyak orang, karena saya pikir sekecil apapun porsinya setidaknya kita juga ikut berkontribusi, selain mungkin pas lagi moodnya pingin nulis...hehehehehehe...
Ini memang jadi edisi serba pertama saya...
Pertama kali nulis di tahun 2020, pertama nulis dengan status ngajar ditempat yang baru (sudah hampir puluhan tahun ngajar di MA At-Taqwa Cabean), pertama kali nulis di bulan puasa bahkan pertama kali nulis pas di hari pernikahan saya...hehehehehehe...
berarti 8 tahun yang lalu pada hari ini saya akan mengucapkan ijab kabul...hahahahahaha...
Saya memang sekarang  sudah tidak lagi ngajar di MA At-Taqwa cabean sejak tahun lalu sebenanya, jadi ini juga menandai satu tahun pengabdian saya di Bayt Al hikmah Kota Pasuruan.
saya ini tipe yang susah beranjak dari zona satu ke zona yang lain atau dalam bahasa lain ga gelem soro (kata orang jawa), mungkin karena didikan dalam keluarga yang religius karena dari dulu ayah saya selalu bilang "ojo bingung bingung urusan rejeki, kabeh wis atur, lek wis wayah e yo wayah e", sehingga hampir tidak ada sisi perjuangan selama saya masih muda. Sekolah normal dan standar standar saja, kuliah juga begitu,biasa biasa saja bahkan termasuk kehidupan pekerjaan saya...
Salah satu teman kuliah saya bilang kalau menurut pembagian garis tangan atau sidik jari STIFIN, maka saya ini termasuk tipe insting. Jadi saya hampir puluhan tahun mengabdi di MA At-Taqwa karena kalau dihitung dari tahun 2005 berarti sudah hampir 15 tahun. dan selama itu tidak pernah pindah, TIDAK jawab saya. kalau bersamaan mengajar dibeberapa lembaga iya, tapi tidak pindah. 
Saya termasuk orang yang percaya bahwa Allah akan membawa kita ke jalan yang Dia mau, apapun caranya, mungkin banyak yang bilang kan kita diminta ikhtiar, harus berusaha, dan lain sebagainya. Untuk urusan ini saya pilih pasrah ke Yang Maha Kuasa, saya merasa ketika sudah saatnya saya memutuskan melangkah maka pasti ada jalannya dan ditunjukkan jalan tersebut olehNYa, sekali lagi ini menurut versi saya karena seperti yang temen saya bilang saya ini tipe insting.
pernah saya mau kerumah temen saya tersebut di Lawang karena baru pindahan, dikasih tau alamatnya memang tapi saya lupa lupa ingat, sudah hampir sampai eh turun hujan pas g mbawa jas hujan plus hp drop dan mati. ok saya pun memutuskan berteduh.
setelah reda apa yang akan kalian lakukan????
Kalian tau apa keputusan saya, tetep berteduh sampai beberapa menit sambil berharap nanti teman saya tadi keluar dan mencari saya...hahahahaha.... dasar tipe insting...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Layar Ujian TKA Hari Ini di SMA Bayt Al Hikmah: Persiapan hingga Realitas di Lapangan

Dua Hari Bersama TKA: Dari Komputer Lemot, Kunci Ketlisut, Misteri Soal No 25 hingga Kunjungan Gus Amak

Belajar Menikmati Pahit: Cerita Saya dengan Kopi Tanpa Gula