CWK (Cerita Waktu Kecil): CWK Series #1: Ronaldo dan Dinding yang Tak Pernah Tertempel

Sejak kecil, aku suka banget sama sepak bola. Bisa dibilang, bola itu jadi hiburan paling asyik waktu kecil—entah itu nonton di TV, dengerin di radio, atau main bola plastik sore-sore di lapangan deket rumah atau disela-sela isitrahat madin sampe terkadang sering terlambat jamaah ashar dan masuk sekolah setelah istirahat...wkwkwkwk.

Tapi ada satu momen lucu yang sampai sekarang masih aku ingat banget.

Waktu itu, aku akhirnya beli Tabloid Bola pertamaku. Gak tahu kenapa, rasanya seneng banget bisa pegang tabloid itu. Bukan karena berita-beritanya (yang waktu itu kadang aku gak terlalu paham juga), tapi karena isinya ada poster Ronaldo Nazário de Lima—iya, Ronaldo R9, si gundul licin yang waktu itu masih berseragam Barcelona.

Waktu itu, Ronaldo emang lagi jadi idola sejuta umat. Larinya cepet, badannya kurus dan lincah, dan yang paling keren: gocekannya bisa bikin lawan kehilangan arah, bahkan kiper pun sering dia lewatin dulu baru cetak gol. Tekniknya bersih, gayanya bikin lawan kelimpungan. Dan gaya mainnya ini, lho, bikin banyak anak-anak (termasuk aku) dan bahkan pemain profesional, jadi kepengen nyoba ngelewatin kiper dulu sebelum gol. Seolah-olah itu gaya “Ronaldo banget”.

Yang bikin tambah keren lagi adalah selebrasi khasnya. Setelah cetak gol, Ronaldo sering berlari kecil sambil merentangkan kedua tangan ke samping, sambil tersenyum bangga, dimana auranya sombong tapi elegan. Selebrasi yang sederhana tapi ikonik banget—kayak bilang: "Ya, memang aku sehebat itu. Biasa aja." 🤣


Dan jangan lupakan dua julukannya yang paling terkenal:

  • "Il Fenomeno" – artinya si fenomenal, julukan dari fans Italia karena kehebatannya yang luar biasa saat main di Inter Milan.

  • "Ronaldo asli" – ini julukan yang muncul di era setelah Cristiano Ronaldo mulai naik daun. Untuk membedakan, banyak orang bilang: “Oh, aku ngefans sama Ronaldo yang asli, si nomor 9 itu.”

Karena saking ngefans-nya, aku pengen banget pasang poster Ronaldo itu di kamar. Sudah dibayangin tuh: bangun tidur langsung liat Ronaldo di dinding, kayak semangat pagi dari sang maestro.

Tapi ternyata...

Langsung kena semprot. 😂

Orang rumah gak setuju. Katanya gak usah masang gambar orang di kamar. Apalagi keluarga kami latar belakangnya cukup religius, jadi hal-hal kayak gitu dianggap kurang pantas. Malah ada ancaman, “Kalau sampai dipasang, disobek lho!” Ya udah, akhirnya posternya disimpan aja... dengan hati yang nelangsa tapi ikhlas. Hehehe.

Sekarang sih aku bisa ketawa sendiri kalau ingat itu. Ya, suka boleh, ngefans juga gak salah, tapi jangan sampai kebablasan. Dari situ aku belajar bahwa kekaguman tetap perlu batas, apalagi kalau hidup di lingkungan yang punya nilai-nilai sendiri.

Tapi ya tetap, Ronaldo R9 akan selalu jadi idola masa kecilku. Dan cerita tentang poster yang gak pernah nempel itu, tetap jadi kenangan lucu yang hangat setiap kali aku ingat masa kecil.(irb)





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Layar Ujian TKA Hari Ini di SMA Bayt Al Hikmah: Persiapan hingga Realitas di Lapangan

Dua Hari Bersama TKA: Dari Komputer Lemot, Kunci Ketlisut, Misteri Soal No 25 hingga Kunjungan Gus Amak

Belajar Menikmati Pahit: Cerita Saya dengan Kopi Tanpa Gula