Permainan Tradisional Bendan/Engklek di Kelas 11 Putri SMA Bayt Al Hikmah (Variasi Fisik Sekaligus Melestarikan Budaya)

    

santri memainkan permainan tradisional

        Di era modern, banyak permainan tradisional mulai ditinggalkan. Padahal, permainan tersebut menyimpan manfaat besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, konsentrasi, maupun nilai budaya. Salah satunya adalah permainan tradisional Bendan, yang beberapa daerah juga mengenalnya sebagai permainan engklek. 
        Dalam kelas bimbingan fisik putri kelas 11, permainan Bendan atau Engklek ini saya selaku pembina kelas rumpun bimsik memasukkannya sebagai variasi latihan jasmani atau fisik. Selain melatih kebugaran, tidak monoton, permainan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda.

Cara Bermain Bendan
1. Peralatan

- Kapur untuk menggambar kotak di tanah atau aspal.

- Batu/kerikil kecil untuk dilempar ke kotak.

2. Aturan Main

- Pemain melempar batu ke kotak sesuai urutan angka.

- Pemain kemudian melompat menggunakan satu kaki melalui kotak-kotak, kecuali kotak yang ada batu di dalamnya.

- Saat kembali, pemain harus mengambil batu dengan tetap menjaga keseimbangan.

- Jika kaki menginjak garis, batu tidak masuk kotak, atau pemain jatuh, maka ganti giliran.

- Pemenang adalah yang berhasil melewati seluruh urutan kotak

- pemain yang terakhir kalah maka bentuk punishmentnya adalah dengan push up 10 kali.


Manfaat Permainan Bendan

- Kebugaran Fisik: Melatih kekuatan kaki, keseimbangan, dan daya tahan tubuh.

- Konsentrasi & Kelincahan: Membutuhkan fokus agar tidak keluar jalur dan bisa melompat tepat sasaran.

- Kesabaran & Sportivitas: Mengajarkan untuk mengikuti aturan, menunggu giliran, dan menghargai pemain lain.

- Pelestarian Budaya: Generasi muda bisa mengenal permainan nenek moyang yang sarat nilai kebersamaan.

Tantangan dan Keceriaan

    Memang tidak semua siswa langsung bisa memainkan dengan baik. Ada yang kesulitan menjaga keseimbangan, ada juga yang sering terkena garis ataupun batunya keluar dari kotak yang ditentukan. Namun justru di situlah letak keseruan permainan Bendan/Engklek: ada tawa, ada gregetennya, ada tantangan, dan ada rasa ingin mencoba lagi sampai berhasil plus dapat fisiknya juga.

    Dengan demikian, permainan Bendan/Engklek di kelas rumpun bimbingan fisik bukan hanya variasi olahraga, tetapi juga cara sederhana melestarikan tradisi. Lewat langkah kecil ini, kita bisa menjaga agar warisan budaya bangsa tetap hidup di tengah generasi muda. (irb).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Layar Ujian TKA Hari Ini di SMA Bayt Al Hikmah: Persiapan hingga Realitas di Lapangan

Dua Hari Bersama TKA: Dari Komputer Lemot, Kunci Ketlisut, Misteri Soal No 25 hingga Kunjungan Gus Amak

Belajar Menikmati Pahit: Cerita Saya dengan Kopi Tanpa Gula